Belantara Learning Series (BLS) Eps.2: "Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan
Karbon merupakan senyawa kimia, yang sudah ada di
alam, jika di atmosfer karbon menempel pada oksigen, yang merupakan proses
alami untuk siklus karbon. Siklus karbon yg ada dilingkungan yg terjadi secara
alami contoh yang dipaparkan adalah yang dilakukan di tumbuhan yaitu Carbon Uptake
(Penyerapan karbon), Vegetation Decompoition (Dekomposisi tumbuhan) dan fuel
Burning (Pembakaran bahan
bakar) dalam bentuk kebakaran pohon. Karbon hutan
merupakan karbon yang dihasilkan dari pengelolaan hutan berupa penyimpanan (stok
karbon), penyerapan karbon dan penurunan emisi karbon hutan. Karbon hutan akan
meningkat dengan signifikan jika dilakukan penanaman sehingga meningkatkan stok
karbon hutan dibandingkan dengan yang tidak dilakukan penanaman.
Ada 5 tempat karbon (Carbon Pool),
yaitu pada
biomassa atas permukaan (batangnya,
rantingnya, dan keseluruhan pohon yg terlihat diatas permukaan tanah), biomassa
bawah permukaan (akar), serasah (Leaf litter), karbon organik tanah yg
mana bersamaan dengan biomassa bawah permukaan, dan kayu mati. Selain itu ada yang disebut long
term seperti pohon yg telah ditebang menjadi meja sebenarnya belum
mengemisi kan apapun (masih menyimpan karbon). Pada target penurunan emisi
sektor dalam NDC untuk
lahan dan kehutanan pada tahun 2010, dan juga penurunan emisi tahun 2030
Pada perlindungan dan penyimpanan karbon hutan, hutan
dengan perlindungan berarti hutannya tetap terjaga, jika tanpa perlindungan
artinya hutannya semakin sedikit yg mana akan menghasilkan emisi karbon,
sedangkan kegiatan kita melindungi hutan dapat menghasilkan karbon kredit. Potensi penurunan
emisi karbon hutan dapat diprediksi dengan 2 cara yaitu melalui perlindungan
dan penyerapan. Di masa depan akan terjadi emisi karbon, cara kita untuk dapat
memprediksi emisi karbon adalah dengan melihat masa lalu dan memprediksinya di
masa depan. Bagian penyerapan dapat dilakukan dengan cara menghitung pertumbuhan, dengan
menanam banyak pohon akan terjadi penyerapan yg lebih banyak.
Ada 6 tahapan untuk
menghasilkan sertifikat karbon, yaitu pra-studi kelayakan, lalu studi
kelayakan, penyusunan dokumen proyek, validasi dokumen proyek, verifikasi
reduksi emisi, dan registrasi & penerbitan CER. Prinsip karbon ada 5 yaitu
hak atas karbon, additionally (tambahan),
skenario penggunaan lahan (skenario tanpa proyek, dengan proyek, dan manfaat
proyek), leakage (kebocoran), dan permanence (kekekalan). Untuk estimasi
nilai karbon hutan dapat dilakukan 4 cara, yaitu analisa perubahan tutupan
lahan, menghitung cadangan karbon pada tiap tutupan lahan, menghitung emisi
yang dihasilkan dari skenario tanpa proyek, dan menghitung potensi reduksi
emisi akibat intervensi proyek.
Harga karbon dalam pasar hutan pada tahun 2017-2019 terjadi peningkatan volume di tahun 2018, sedangkan pada tahun 2019 terjadi penurunan. Peningkatan aktivitas karbon memiliki price yang lebih tinggi. Harga itu tergantung lokasi, tergantung aktivitas yang diusulkan, dan tergantung market yang kita gelar.
Sumber:
Belantara Learning Series Eps.2: "Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan"

Komentar
Posting Komentar