Potensi Budidaya Nanas di Lahan Gambut

 

Sumber: Krisnapinnata

    Lahan gambut memiliki potensi yang tinggi untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Dari berbagai tanaman yang ada di lahan gambut, beberapa diantaranya dapat dibudidayakan. Produk holtikultura merupakan jenis tanaman yang sangat baik untuk dapat dibudidayakan di lahan gambut. Holtikultura memiliki nilai ekonomi tinggi dan hampir semua holtikultura semusim dataran rendah dapat dibudidayakan di lahan gambut. Salah satunya yaitu nanas, yang sangat cocok untuk dikembangkan. Nanas memiliki potensi dalam peningkatan ekspor dan unggul dalam pemenuhan kebutuhan pasar, selain itu nanas sesuai dengan kondisi lahan gambut.
     Nanas yang tumbuh pada media tanah gambut memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan nanas pada media lainnya. Hal ini dibuktikan dengan rasa dan ukuran buah yang lebih besar. Dengan hasil nanas yang tumbuh dengan standar yang baik tersebut, mampu meningkatkan daya konsumsi masyarakat. Dalam data United Nations Commodity Trade Statistics Database I (UN-Commtrade) tahun 2017- 2018 ekspor pada buah nanas mengalami kenaikan pada permintaan pasar secara signifikan.
    Proses produksi buah nanas di lahan gambut harus diperhatikan secara khusus, yaitu drainase, yang bertujuan untuk membuang kelebihan air (termasuk asam-asam anorganik). Drainase harus tetap terkendali, agar dapat melindungi cadangan karbon di lahan gambut yang demikian besar. Pemanfaatan lahan gambut harus dilakukan secara hati-hati melalui pengelolaan berwawasan lingkungan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
   Nanas (Ananas comosus L.) adalah salah satu komoditas buah unggulan di Indonesia. Hal ini mengacu pada besarnya produksi nanas yang menempati posisi ketiga setelah pisang dan mangga. Menurut data BPS (2012), produksi buah-buahan di Indonesia tahun 2012, produksi nenas mencapai 1.781.899 ton pertahun. Angka tersebut menunjukan bahwa produksi nenas semakin tahun semakin meningkat.
    Selain dikonsumsi dalam bentuk segar, buah nanas juga dapat diolah menjadi berbagai produk seperti jus, selai, sirup dan keripik. Buah nanas mengandung unsur air, gula, asam organik, mineral, nitrogen, protein, bromelin serta semua vitamin dalam jumlah kecil, kecuali vitamin D. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirup atau diekstraksi cairannya untuk pakan ternak, sedangkan serat pada daun dapat diolah menjadi kertas dan tekstil




Sumber:
BPS 2012.
[Puslitbang] Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2016. Sejarah Jagung. Kaltim: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kajian Aspek Lingkungan Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Dalam AMDAL

Belantara Learning Series (BLS) Eps. 4: “Restorasi Ekosistem Untuk Pelestarian Satwa Liar”

Belantara Learning Series (BLS) Eps.2: "Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan